Polda Jatim Berhasil Sita Uang Sebesar Rp 2,4 Miliar dari Tangan Bandar Judi Bola Online

Polda Jatim Berhasil Sita Uang Rp 2,4 Miliar dari Tangan Bandar Judi Bola Online

Direktorat Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur, mengungkap kasus permainan bola online. Selain mengidentifikasi empat tersangka, dua di antaranya ayah dan anak, polisi juga mengamankan barang bukti, termasuk uang judi senilai Rp 2,4 miliar.

“Kami mengamankan empat tersangka dari Malang dan Surabaya,” kata Kepala Humas Polda Jatim Kompol Frans Barung Mangera, Selasa (25 April 2017) di Mapolda Jalan A Yani, Surabaya.

Barung mengatakan tersangka menggunakan situs judi dan mengoperasikannya di sebuah rumah di lingkungan Araya, Kecamatan Blimbing, Malang. Juga di sebuah apartemen tepi pantai, Surabaya.

Omzet mingguan rata-rata 800 , ”ujarnya.

Sejak 19 Maret hingga 3 April 2017, tim Jatanras dari Direktorat Jenderal Polda Jatim menangkap keempat tersangka tersebut. Penangkapan keempat tersangka sebelumnya sempat diincar anggota Subdit Jatanras yang dipimpin AKBP, Taufik Hendriansyah.

judi online

Pada tanggal 19 Maret 2017, polisi menangkap tersangka di Agung S, 36, sebuah kompleks perumahan di Araya, Blimbing. Peran yang dimaksud adalah sebagai pengurus dan menghimpun hasil perjudian seluruh perampok di wilayah Jatim, ujarnya.

Keesokan harinya polisi menangkap tersangka Wawan H, 37, di apartemen Waterplace Surabaya. Barung mengatakan WH bertindak sebagai penghubung antara AS dan tersangka YS.

Kemudian, pada 22 Maret 2017, polisi mengamankan Yenan S, 39 tahun, di sebuah perumahan di kawasan Darmo Harapan, Surabaya. “YS bertindak sebagai pengelola tersangka HI dan mengumpulkan simpanan perampok yang dikumpulkan dari tersangka AS,” ujarnya.

Sementara itu, pada tanggal 3 April, tersangka HI, ayah dari YS tersangka, menyerahkan diri ke Polda Diskriminasi Kantor Wilayah Jawa Timur.

“Tersangka HI bekerja sama dengan YS untuk mengelola hasil permainan yang ada di file dari tersangka AS,” katanya.

Dari keempat tersangka tersebut, polisi mengamankan barang bukti dari tersangka AS, antara lain ponsel, buku tabungan BCA, kartu ATM BCA, kunci BCA, laptop, modem internet, dan uang tunai Rp 181.400.000.

Polisi mengamankan barang bukti tersangka WH berupa telepon genggam, modem, rekening bank dari Bank Danamon dan ATM yang berisi uang tunai sekitar 10 juta rupiah, telepon genggam iPhone, dan uang tunai 7 juta rupee.

Tersangka YS Polisi menyita $ 2,176 miliar dan $ 4,650 juta sebagai bukti. Laptop, buku tabungan BCA dan ATM BCA, ponsel, flash drive, dan buku catatan keuangan.

Sedangkan barang bukti dari tersangka HI berupa telepon genggam, ATM dan 7 cek BCA atas nama WS.

“Tersangka AS adalah WH tersebut di atas. WH telah memerintahkannya untuk disetor ke tersangka YS. Dan tersangka YS adalah HI, yang tak lain adalah ayahnya sendiri,” imbuh Dirjen Reserse Kriminal Polda Timur. -Java, Kombes Pol Agung Yudha, menambahkan.

Agung menambahkan, terungkapnya permainan sepak bola yang penjualannya berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar per bulan ini menarik perhatian Inspektur Jenderal Polda Jatim, Machfud Arifin.

Pihaknya terus mengusut jaringan para bandar bola, yang tidak menutup kemungkinan jaringan tersebut tidak hanya tersebar luas di Jawa Timur tapi juga di daerah lain.

“Kami masih berusaha untuk menegakkan hukum. Kasus ini kami kembangkan lebih jauh lagi, karena tidak menutup kemungkinan jaringan kalian meluas kemana-mana. Kami minta bantuan masyarakat jika ada informasi tentang perjudian segera laporkan ke polisi,” harap Agung.

Sumber: news.detik.com