Menyewa Hotel Hanya Untuk Bisnis Judi Dan Pelacuran

Menyewa Hotel Hanya Untuk Bisnis Judi Dan Pelacuran

Tidak hanya menyediakan pesta seks, tapi juga menyediakan komputer untuk judi online.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh sindikat prostitusi dan perjudian online yang dua bulan lalu berkomitmen untuk mencari hotel di Taman Serdang Perdana di Seri Kembangan sebagai “markas” operasionalnya.

Namun, aktivitas tersebut terungkap setelah polisi menggerebek hotel tersebut pada pukul 19.30.

domino99

Asisten Komisaris Bukit Aman Azmi Adam mengatakan pihaknya telah menahan enam wanita Thailand, masing-masing dari Vietnam dan Myanmar berusia antara 25 hingga 30 tahun, yang diduga bekerja sebagai pelacur di hotel, sakit.

“Kami juga menahan 10 pelanggan, yang terdiri dari tujuh pria lokal dan tiga pria asing berusia antara 25 dan 35 tahun, selain dua pria yang juga menjaga pengungkapan individu lokal dan warga Myanmar.

“Sebagai bagian dari operasi ini, kami juga mencabut sejumlah kondom, gel pelumas, tisu, dan tabung yang diyakini digunakan dalam prostitusi di hotel ini, selain empat penggunaan komputer yang digunakan untuk judi online dan uang tunai RM 1.266.” katanya pada pertemuan setelah malam mengarahkan Operasi Noda di hotel yang sesuai.

Operasi tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Serdang, Wakil Komisaris Razali Abu Samah.

Azmi mengatakan rencana awal menemukan bahwa sindikat menyewa 37 stan di sebuah hotel yang terletak di lantai tiga gedung pub untuk prostitusi dan perjudian online setiap hari dari pukul 1 siang hingga 10 malam.

“Kami yakin sindikat ini menang dalam menghasilkan sekitar RM 3.000 per hari dalam prostitusi yang dipromosikan hanya melalui aplikasi media sosial seperti WeChat dan Whatsapp.

“Nyatanya, sindikat ini juga menerima pelanggan yang datang ‘jalan-jalan’, dengan biaya yang dipungut antara RM180 hingga RM 200 untuk setiap pemberian layanan seksual.

“Pelanggan bisa memilih wanita yang diinginkan dengan melihat (pelacur) mereka menunggu ‘penyamaran’ di warung mereka,” katanya.

Dia mengatakan sindikat juga diharapkan menjalankan perjudian online ketika polisi menemukan lima penggunaan komputer di dua bilik terpisah.

“Empat komputer riba terlibat dalam menampilkan situs web perjudian, sementara satu komputer lainnya digunakan sebagai ‘server’ untuk memantau aktivitas.

“Hasil penyelidikan di hotel tingkat tiga mengenai (tempat penyerangan) menemukan pintu rahasia di tengah kamar hotel, di mana satu lift seharusnya digunakan oleh pelacur, pekerja dan pelanggan yang melarikan diri jika ada penyerangan,” katanya.

Baca Juga: DoubleDown Fort Knox – Aplikasi Game Sosial Baru

Dia menyatakan bahwa semua tahanan akan diganti RM 1.000 per orang karena melanggar instruksi dalam Peraturan Pengendalian Gerakan Bersyarat (PKPB).

Aksi bersama tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan 11 (1) Peraturan 2020 tentang pencegahan dan pengendalian penyakit menular (tindakan di daerah tertular).

“Kasus ini diusulkan berdasarkan Pasal 4B (a). A) dari Undang-Undang Rumah Perjudian Terbuka tahun 1953, bagian 39 surat B) Undang-Undang Imigrasi 1959/63 dan Pasal 55 huruf B) dari perbuatan yang sama, ”ujarnya.

Azmi, penanggung jawab kantor tadi malam, mengatakan sangat berharap massa bisa bekerja sama menyebarkan informasi tentang kegiatan asusila di lingkungannya.

“Seperti operasi hari ini, yang dilakukan atas dasar informasi daripada orang biasa, kami berharap akan lebih banyak orang yang secara jelas memberikan informasi tentang jenis kegiatan ini.

“Ini untuk memungkinkan polisi mengambil langkah-langkah untuk menertibkan kegiatan ilegal dan tidak bermoral,” ujarnya.

Sumber Referensi Artikel: Hmetro.com.my