Judi Online Kini Menjadi Sasaran Warga Untuk Mendapat Uang di Situasi Pandemi Covid

Judi Online Kini Menjadi Sasaran Warga Untuk Mendapat Uang di Situasi Pandemi Covid

Kelompok Jatanras, Satuan Reserse Kriminal Polda Surabaya, mengungkap dan menangkap penjudi online dengan omzet puluhan juta rupee. Dalam kasus ini, 20 orang ditangkap.

Komisioner M Wahyudin Latif, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Surabaya, mengatakan perjudian online bocor ke publik dan langsung diusut melalui penyidikan tradisional dan penyidikan teknologi informasi (TI). 

poker online terpercaya

Wahyudin mengakui di tengah pandemi Kovid-19 memang masyarakat bisa berjudi online.

Untuk itu, kami bersama Polsek dari Divisi Jatanras dari Divisi Reserse Kriminal telah mengungkap berbagai aktivitas perjudian dalam dua bulan terakhir ini.

Ternyata mereka telah berjudi online mungkin karena situasi pandemi. Selain itu, masyarakat juga kesulitan keluar rumah atau beraktivitas, sehingga bisa berjudi dari rumah atau tempat tinggalnya,” ujarnya. saat jumpa pers di Mapolresta Surabaya pada Selasa, September. .

Wahyudi mengakui, 20 orang tersangka judi di Internet telah ditangkap Badan Reserse Kriminal Polda Surabaya dalam dua bulan terakhir.

Dengan demikian kami menemukan berbagai jenis perjudian dalam dua bulan terakhir bersama jajaran Polsek dari Bareskrim Jatanras. Sebanyak 20 tersangka sudah teridentifikasi memiliki 13 jenis perjudian,” ujarnya.

Namun sejumlah pelanggaran perjudian, seperti permainan lotere, lotere online, seperti Singapura dan Hong Kong, bujangan, rolet, perjudian sepak bola, dan perjudian biasa, teridentifikasi dari penangkapan ini.

“Untuk proses ini atau aktivitas apapun yang melibatkan berbagai perdagangan, dan mereka sebagian besar adalah pelaku pasar tunai, bukan akuntansi,” tambah Wakhyudin.

Wahyudi menemukan bahwa judi online memiliki omzet rata-rata Rp. 80-90 juta sebulan.

Sementara itu, tersangka Billy memainkannya dengan mengakses beberapa situs judi online. Di sana, ia berperan sebagai pemasar tunai dalam permainan judi yang disebut baccarat, yang dimainkan dengan menggunakan kartu remi. ungkap

Billy. Bisa mendapatkan keuntungan dari perjudiannya. 80 hingga 90 juta per bulan.

“Ada beberapa website, salah satunya Asian poker. Kita ini cash market, omzetnya kadang tidak untung, sekitar Rp 80-90 juta per bulan. Semua punya akses karena situsnya gratis. Tidak, saya hanya menonton nombok, “kata Billy.

Berbagai barang bukti hasil penangkapan disita berupa laptop, iPad, dan perangkat elektronik mulai dari pengembalian dana beberapa perampok. Ada juga beberapa fitur akun untuk transaksi, token, dan lainnya.

Saat ini pasal tersangka pasal 303 ayat 1 atau pasal 7 UU 74, terkait pengawasan perjudian, dan ancaman pidana penjara 5 tahun.

Sumber: tagar.id