Jualan Togel Karena Warung Kopinya Sepi Pengunjung

Jualan Togel Karena Warung Kopinya Sepi Pengunjung

Siti, 44 tahun berhasil dibekuk kepolisian Ngunut Tulungagung karena terbukti berjualan togel. Ketika ditanya petugas yang menangkapnya di tempat kejadian, Siti mengaku jika jualan kopi dan saat ini menjadi penghasilan utamanya sepi pengunjung. Makanya dia memilih alternatif lain menyediakan kupon togel sebagai usaha tambahan.

Laporan mengenai pelaku yang menyediakan kupon togel memang sudah didapatkan pihak kepolisian belum lama. Setelah menyelidiki kasus ini secara diam-diam, akhirnya polisi menangkapnya di tempatnya berjualan. Akhirnya petugas membawanya ke kantor Polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kami sudah merespon sejumlah aduan yang hadir dari masyarakat sekitar. Mereka sudah menjelaskan sepenuhnya kepada kami jika Warkop yang ada di lingkungannya bukan hanya menyediakan minuman ataupun makanan saja. Sang penjual juga mengajar togel untuk para langganan warung,” tegas Kompol Ernawan selaku Kapolsek Ngunut.

Ketika polisi yang menyamar sebagai pembeli warung datang, mereka melihat jika Siti sedang melayani pelanggan. Tanpa banyak bertanya petugas langsung menangkapnya di tempat kejadian perkara. Setidaknya uang tunai sekitar 216 ribu rupiah berhasil diamankan petugas. Selain itu ada 6 kertas tombokan togel yang sudah ada ada nomor pesanan pelanggan lain.

“Tanpa banyak bertanya, tugas kami langsung datang dan menangkap pelaku yang sedang melayani pelanggan. Kemudian kami membawanya ke mapolsek untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperbuat. Kami juga meminta keterangan siapa otak atau bandar togel. Dia sudah menjadi tersangka,” imbuhnya.

Baca juga: Membuka Bisnis Online Tanpa Modal Paling Menguntungkan

Pelaku menjelaskan kepada pihak kepolisian jika sejak menyediakan kupon togel pendapatan warungnya semakin meningkat. Hal inilah yang membuatnya semakin berani untuk menyediakan kupon togel dan melayani para pelanggan yang suka memasang togel online.

“Bukan hanya meningkat usaha warungnya, pelaku juga mengaku mendapatkan komisi 10 persen dari adanya pembeli yang datang ke sana. Informasi ini sudah menguatkan jika dia memang sengaja berjualan togel,” tegas Kasianto.

Kepada petugas dia mengungkapkan setiap hari tersangka berhasil memperoleh tombokan dari para pelanggan sejumlah Rp300.000. Kemudian uang tersebut setelah terkumpul disetorkan kepada pengepul yang ada di atasnya. Saat ini polisi sedang mendalami kasus tersebut dan mencari siapa bandar besarnya.

“Dalam keterangan yang sudah diberikan oleh Siti, dia menyetorkan uang hasil penjualan kepada seorang laki-laki yang berasal dari Ngunut. Kami akan menindaklanjuti adanya laporan ini,”

Dihari yang sama warung kopi kembali dijadikan tempat berjualan togel online. Seorang pria pria inisial MR 51 tahun berhasil diamankan petugas setelah menjual togel di wilayah Pinang Balirik, Agam. Dalam penangkapan polisi berhasil menyita uang hasil penjualan togel dan 1 handphone sebagai alat transaksi. Biasanya togel didapatkan dari situs penyedia bocoran HK, bocoran Sydney dan yang lainnya.

AKBP Dody Prawiranegara menegaskan jika pelaku memang sudah lama berjualan togel di warung tersebut. Sejumlah warga memang tidak senang dengan apa yang dilakukannya selama ini. Laporan langsung ditindaklanjuti dan pihak kepolisian datang menangkapnya di tempat kejadian perkara.

“Pelaku memang sedang berjualan togel saat kami datang ke sana. Petugas langsung mengamankan serta menyita sejumlah barang bukti. Pelaku kemudian dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan lanjutan,” terang AKP Chairul Amri Nasution.

“Kami sudah mengamankan siapa aktor dibalik kegiatan haram ini. Nama dan identitas bandar sudah kami lacak. Dia akan mempertanggungjawabkan aksinya sesuai pasal 303 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,”

Dengan diamankannya pelaku perjudian togel ini, dalam sebulan sudah ada beberapa pengecer yang mendekam. Kini informasi soal siapa bandarnya masih dalam penyelidikan aparat polisi setempat.

Sumber : www.tribunnews.com